Bab. 26 - Gerimis Manis

1100 Kata

Kadang kita diharuskan bersabar untuk meraih sesuatu Namun, bukan berarti tidak melakukan apa-apa Karena Sang Kuasa selalu punya jalan untuk kita tempuh menggapai harapan itu... *** Satu bulan kemudian... Sore itu Disya baru pulang dari bekerja. Ia terpaksa berhenti di salah satu toko yang rolling doornya tertutup rapat. Bumi tempatnua berpijak sedang dilanda tangisan alam. Mulanya hanya gerimis tipis-tipis, lama-lama makin deras juga. Harusnya ia tak memaksakan diri mengejak tukang bakpao yang lewat naik sepeda. Ia pun berhasil membeli lima bakpao dengan aneka rasa. Sesekali mengunyah perlahan sambil menatap tetesan air yang makin mengguyur lumayan deras. Sudah tiga puluh menit berlalu, sejak ia membalas pesan dari Abrar. Pria itu belum kunjung menampakkan diri. Sampai terlihat se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN