PART 33 - Penculikan Renan

1917 Kata

Anna mengigit kuku ibu jarinya hingga mengeluarkan darah. Kebiasaan yang selalu ia lakukan ketika sedang panik. Jalanan di depannya terlihat samar-samar, matanya tidak fokus. Anna tak tahu ia sekarang berkendara dengan kecepatan berapa, ia hanya merasa semua bergerak dengan cepat di sekitarnya. Perempuan itu menembus jalanan mengikuti alamat yang diberikan Martin dengan penuh ketakutan. Dadanya sesak, bibirnya terasa kering, dan ia tidak bisa menenangkan pikirannya yang penuh dengan kemungkinan buruk. Bagaimana jika ia terlambat? Bagaimana jika Martin melukai Renan? Bagaimana jika Martin membunuh Renan? Bagaimana bisa ia hidup setelah ini? Beberapa kali ponselnya bergetar, Anna hanya meliriknya tak peduli. Kebanyakan telepon dari Maharani, Leon, dan beberapa dari Agatha. Anna berteria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN