"Renan!" Renan membalikkan tubuhnya dan melihat Anna tersenyum lebar di depannya. Di belakang perempuan itu ada Junero yang memasang wajah kesal. Entah apa yang dilakukan mereka berdua pagi ini. Anna tidak pernah keluar dari kontrakannya, tapi hari ini perempuan itu pagi-pagi sekali pergi dengan Junero. "Kapan kau selesai bekerja?" tanya Anna. Junero berdiri di tengah mereka, "Kalau tidak ada yang perlu kulakukan, cepat berikan uang yang kau janjikan padaku!" kata Junero pada Anna. Anna mendelik memandang laki-laki itu, "Kau sangat tak sabaran!" kata Anna sambil membuka dompetnya dan memberikan uang lembar seratus ribuan lumayan banyak. Junero menghitung uang yang diberikan Anna, lalu tersenyum bahagia, "Kalau kau butuh bantuanku lagi, aku akan senang hati melakukannya." "Apa yang k

