Suara itu diucapkan dengan penuh penekanan dengan mata menyala penuh kebencian. Tangannya mengepal kuat dan wajahnya penuh ketidaksabaran. Anna tidak pernah ingin Serena mengetahui kebenaran itu, apalagi dengan cara seperti ini. "Serena..." Perempuan itu mengeraskan rahangnya, "Apa yang dikatakan wanita itu tadi benar?" "Kita bisa membicarakan -" "Apa kau yang membunuh pria bernama Adam itu?" tanya Serena lagi. "Serena, aku -" "JAWAB SAJA AKU, SIALAN!" Serena mendekati Anna dan mendorongnya hingga punggung perempuan itu menabrak meja dapur. Mata Serena menggelap, dipenuhi dengan kebencian yang sangat besar. Anna hanya bisa menahan dirinya agar tidak jatuh ketika Gardia mendekati mereka berdua. "Anna, kau tidak apa-apa?" tanya Gardia dengan setengah ketakutan. Serena melirik Gardia

