Liam menatap pria di depannya dengan wajah serius. "Jadi kau orang yang di kirim Morgan?" Tanya Liam menilai. Darius yang sejak tadi sibuk mengecek perlengkapan senjatanya melirik kearah Liam sekilas sebelum memberikan tanda kepada anak buahnya untuk mengamankan lokasi. "Kau tidak perlu khawatir, aku dan Morgan sudah saling mengenal sejak lama," ucap Darius seolah mengetahui isi pikiran Liam. Liam mengerutkan dahinya bingung, bagaimana bisa Morgan bisa sampai berurusan dengan orang-orang seperti ini, setahunya yang sangat masih dalam dunia gelap adalah Edward, mengingat Edward adalah pewaris utama Smith Group, membuat pria itu memiliki banyak musuh dimana-dimana. "Apa kekasih mu itu membawa ponsel?" tanya Darius mulai memasukkan kode khusus kedalam laptopnya. "Tidak, dia meninggalka

