Chapter 42: Two faces one devil

1240 Kata

"Saya mengerti, terimakasih," Liam menutup panggilan teleponnya dengan wajah gusar, di teguknya cairan berwarna merah gelap itu hingga tanpa menyisakan satu tetes pun, sepertinya akhir-akhir ini dirinya terlalu banyak meminum alkohol dari biasanya. Terkadang Liam tidak habis pikir bagaimana Edward mampu mengerjakan hal ini sendirian, dulu saat ia masih berusia tujuh belas tahun Liam menghabiskan waktunya untuk bersennag senang, tapi di usia itu Edward sudah menggantikan ayahnya memimpin perusahaan besar sendirian. Sedangkan Morgan pria itu sekarang berhasil sukses dengan hasil kerja kerasnya sendiri, menjadi seorang seniman. Ya, berbeda dengan Liam dan Edward, Morgan lebih memilih menggeluti bidang yang diinginkannya, tapi tidak terlepas dari itu Morgan juga ikut serta membantunya dan Ed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN