Liam membanting pintu mobilnya dan berlari memasuki rumah sakit, banyak orang berlalu lalang seolah sibuk dengan urusannya masing-masing. Liam menekan tombol lift dengan gusar, ia menggeram kesal saat pintu lift tak kunjung terbuka. Kemejanya yang tampak kusut dan rambut yang acak-acakan membuat penampilannya sangat terlihat berantakan, beberapa orang yang melihatnya menatapnya bingung tapi itu semua tidak ia peduli kan sama sekali. Merasa tidak bisa menunggu lagi Liam berlari kearah tangga darurat, ia memacu langkahnya menaiki ratusan anak tangga untuk sampai ke lantai lima. Beberapa kali ia sempat menabrak orang membuat orang-orang itu mengumpat dan menyumpahi-nya, tapi semuanya itu tampak tidak membuatnya terganggu sama sekali, senyum di wajahnya tampak semakin lebar saat ia telah sam

