Chapter 44: Schism

1138 Kata

Udara dingin di malam hari tampaknya tidak mengganggu wanita yang sedang terduduk di salah satu bangku usam yang ia temukan di atas atap club. Sudah hampir satu jam ia terduduk disini, menatap langit malam yang tampak lebih gelap dari biasanya. Alana meneguk champange-nya hingga satu tetes terakhir, dan seperti botol yang lainnya, Alana melemparkan botol itu hingga menjadi pecahan kaca yang berserakan. Bising-nya suara kota seolah berhasil meredam suara tangisnya di malam yang sunyi ini, suara bising dari klakson mobil dan ratusan orang di bawah sana sama sekali tidak memperbaiki suasana hatinya. Telinganya seolah tuli, tidak ada yang bisa ia dengar kecuali satu suara wanita yang terus menerus mengulang kan sebuah kalimat yang entah kenapa sangat melukai hatinya. "William Smith, dia ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN