Chapter 54: Shot

1128 Kata

"Maaf tapi kau tidak bisa berhenti sampai kau mati," Alana menahan tangisnya agar tidak pecah saat kata-kata itu seolah terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak, ia tidak pernah menyangka akan mati dengan cara seperti ini. Pria bernama Sergio itu kembali menggoreskan pisau di tangannya seolah hal itu merupakan suatu hal yang menyenangkan baginya, tidak peduli akan darah yang terus mengalir dari tangannya. Sergio bahkan menghindari daerah-daerah inti seperti denyut nadi-nya, seakan pria itu sengaja membuatnya merasa tersiksa lebih lama sebelum ajal menjemputnya. Di tambah suara keributan yang di susul tembakan yang tidak ada hentinya membuat Alana merasa hidupnya sudah tidak akan bertahan lagi, mata redupnya seolah kehilangan cahaya membuat pandangannya terhalang tapi belum sempat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN