Mine menyetir dalam kegelapan malam, ia menoleh ke area pantai yang sepi dan hanya lampu area yang terlihat masih membuat area pantai redup. Mine meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan. Kemudian ia menuruni mobil dan berjalan menuju pantai. “Dingin sekali,” gumamnya mengeratkan jaket yang tak terlalu tebal itu. Nafasnya mengeluarkan asap karena udara begitu dingin. Musim dingin belum pergi. Deburan ombak begitu tenang di depannya. Kenangan demi kenangan saat dirinya dan Sean bermain di sini berputar di kepalanya, membuat dadanya terasa semakin di remas dan di iris hingga tak terbentuk lagi. Saat mereka naik motor di sini, bermain pasir dan saling kejar-kejaran. Tanpa sadar air mata Mine kembali jatuh membasahi pipinya. Ia memejamkan matanya s

