Bruk Sean menendang pintu ruangan Erwin hingga terbuka lebar membuat Erwin yang ternyata tengah berciuman dengan sekretarisnya di atas kursi kebesarannya terpekik kaget hingga mereka berdua sama-sama berdiri. “Apa yang kamu lakukan!” seru Erwin yang sangat kaget. “b******k!” Sean melangkah lebar mendekati Erwin dan tanpa aba-aba langsung meninju rahang Erwin hingga tersungkur ke lantai. “Ah!” pekik sekretaris itu dimana pakaian dan rambutnya masih berantakan. “Sial!” umpat Erwin saat menyentuh ujung bibirnya yang berdarah. Erwin beranjak dan hendak melayangkan tinjunya pada Sean, tetapi Sean berhasil menghindar. Erwin semakin kesal dan melemparkan beberapa barang yang ada di atas meja k

