Khayra mengembuskan napasnya kasar. Kerongkongan terasa tersekat. Nasi dalam piringnya masih belum tandas tapi Khayra sudah tidak berselera. Segera beranjak dari kursinya dan menyusul Aksa. "Mas, tunggu!" Setengah berteriak Khayra mengejar Aksa sampai di halaman depan. Ekor matanya mengawasi Aksa. Lelaki itu menghentikan gerakan membuka pintu mobil, kemudian matanya beralih fokus pada Khayra. "Ada apa?" Aksa bertanya sembari menyender di sebelah mobil. Masih dalam geming. Lelaki itu menautkan kedua tangan bersedekap di depan d**a. "Aku mau kita bicara serius, Mas." Penuh gemuruh saat berkata. Khayra harus memulai. Ini sudah terlalu jauh melenceng, tidak bisa didiamkan. Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Khayra menunggu ketidak pastian sikap Aksa. Rumah tangga macam apakah

