29. Jarak

1246 Kata

Bau tanah basah akibat ditimpa hujan semalaman merasuk ke dalam rongga hidung. Percikan kecil dari pucuk daun yang bergoyang tersapu angin sesekali menetes. Harusnya pagi jnj Khayra dan Aksa duduk bersimpuh di depan makam Rania. Tetapi kini hanya Khayra seorang, sedang Aksa setelah mendapat telepon dari suster Sayyi bahwa ayahnya kritis, langsung memutuskan kembali ke Surabaya. Matahari baru saja menampakkan diri. Pukul tujuh pas, Khayra menyusuri jalan setapak menuju area pemakaman. Di sepanjang jalan pemandangan hijau dari hamparan sawah, di sisi kanan kiri ada pohon mahoni, batangnya besar, daunnya menjuntai sangat rimbun, sampai menutup awan. Rumput gajah dan ilalang turut tumbuh di setapak jalan bertanah. Khayra pandangi batu nisan yang menancap di atas pusara. Berlapis keramik war

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN