22. Jatuh Hati

1689 Kata

Senja menyapa. Sorot jingga berlapis kemerahan menghadang raut siapa saja yang memandang ke arah langit. Sinarnya teduh. Tidak panas. Tidak juga menyilaukan. Ekor mata Aksa menyelami keindahan sorot lain yang kini sedang ditatap. Sama seperti sinar jingga, sorotnya juga teduh. Menyejukkan siapapun yang memandang. Ditambah lengkungan tipis saat garis rahangnya tertarik membentuk senyum tipis. Sepi. Beberapa detik keduanya sama-sama dalam geming. Sebelum akhirnya perempuan yang ada di hadapannya itu membeliak ketika mendapati sesuatu. Iya. Baju Aksa yang kotor dan agak basah karena tumpahan jus. Khayra bertanya dengan raut wajah bingung. Aksa sedikit berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa kalau ini adalah perbuatan Elisa. Hubungannya baru membaik. Dan, Aksa tidak ingin semua kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN