"Ceraikan aku, Mas!?" Aksa mematung mendengar kalimat sang istri. Tidak menyangka kata-kata itu yang keluar dari bibir Khayra. Bukan sepenuhnya salah Khayra jika batas kesabarannya telah hancur. Selama dua tahun ini gadis itu sudah berusaha bertahan di sisinya. Dengan semua perlakukan dan sikap dingin Aksa. Lelaki itu tidak bisa menjawab. Kerongkongannya tersekat. Khayra terisak usai berujar. Inilah puncak pertahanannya. Sudah berusaha lapang dengan sikap Aksa selama ini. Tetapi tidak untuk sebuah pengkhianatan. Perempuan memang begitu. Apa-apa selalu meraba perasaan lebih dulu. Jadi jangan salahkan perempuan jika gampang menangis, gampang mengambil keputusan dan juga gampang kembali lagi ceria. Padahal mereka baru berbaikan. Komitmen baru terbentuk seumur jagung. Yang diucapkan Kh

