"kau sangat cantik." Ucap Orel saat menghelai beberapa rambut Inzel. Tubuh wanita itu hanya bergetar, ia selalu tertunduk tak memiliki keberanian menatap pria di depannya. "Ayolah! Rileks lah sejenak." Ucap Orel mencium rambut Inzel. "Tuan, kumohon maafkan aku! Bisakah kau melepaskan ku?" Ucap Inzel memohon. "Aku baru saja membeli mu." Balas Orel. "Tuan, aku adalah istri dari Earnest, dia menjualku.. kumohon lepaskan aku! aku sungguh memohon padamu." Inzel mengemis, bahkan berlutut di depan Orel. "Suamimu menjual mu?" Ucap Orel sedikit menerka-nerka. "Kumohon lepaskan aku! Aku bukanlah wanita penghibur." Inzel terus memohon dan menangis di depan Orel. "Aku akan mengganti semua uangmu dengan cara mencicil nya tuan, tolong bebaskan aku, aku berjanji akan mengembalikan uang yang kau b

