Ara berjalan memasuki gedung bertingkat 16 itu, sembari menyelidik ke setiap sisi. Dia sudah seperti seseorang yang tengah mencuri sesuatu sehingga berusaha menyembunyikan diri. Menghindari Adrian, adalah alasan yang membuatnya bertingkah seperti ini. Jawaban yang sampai saat ini belum juga ia miliki, membuatnya tidak mampu untuk bertemu Adrian. “Kamu kenapa?” Tanya seseorang yang Ara kenali, berada pada divisi perencanaan. Tentu saja gerak-gerik Ara yang terlihat berbeda hari ini, mengundangan tanya bagi orang-orang yang melihatnya. “Ah? Aku tidak apa-apa” Jawab Ara memperlihatkan senyum canggung sembari berusaha terlihat biasa. Ara melanjutkan langkahnya menuju lift. Mulut kecil miliknya mulai mengucap mantra, agar kiranya ia tidak bertemu dengan Adrian di lift. “Pak Adrian..” Ara

