Rasta's apology

1064 Kata

Clara memejamkan mata meski ia tidak tertidur. Netranya serasa lelah jika hanya memandang sudut kamar yang baru ia tempati sedari siang tadi tapi sudah membuatnya bosan. Ia sedang berada di kamar rawat inapnya seorang diri. Adrian sang putra tunggal, harus menyelesaikan pekerjaannya dan juga mengurus pernikahannya, sedang Atmajaya sang suami sedang keluar untuk mengambilkan sesuatu yang dia inginkan. Indra pendengarnya menangkap suara ketukan pintu dari luar. Perlahan ia membuka mata, mengarahkan pandangannya kearah pintu, sembari menunggu siapa kiranya yang telah mengetuk pintu tadi. Wajah Rasta muncul dari balik pintu. Wanita itu tersenyum sebelum akhirnya melangkah masuk kedalam kamar rawat inap milik Clara. Sebuah keranjang buah ditentengnya. Wanita yang sudah beberapa bulan itu ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN