Ara terjaga, saat dinginnya suhu dalam ruang menyentuh permukaan kulitnya. Dia yang sebelumnya selalu tertidur dengan menggunakan piyama lengan panjangnya, kini hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya saja. Tangannya yang terbebas, membuat suhu dingin dalam ruangan ber Ac menjelajah di lengannya. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali, membuat Ara terus mengerjapkan matanya. Rasanya, ruangan yang ia tempati saat ini, terasa asing dan berbeda dari dimana ia sering terbangun setiap pagi. Ara terkejut, tatkala menyadari di pinggangnya kini melingkar tangan yang cukup kekar. Hampir saja ia berteriak, namun dengan cepat ia tersadar bahwa sekarang dia telah menjadi seorang istri, yang berarti dia tidak lagi tidur seorang diri. Kini ia memiliki seorang suami yang akan menemaninya tidur

