Hari ini sudah memasuki hari ke empat Ara di rawat dengan tidak sadarkan diri. Ia terbaring dengan mata terpejam tanpa sekalipun memberikan respon. Clara kembali mengusap airmatanya yang jatuh saat melihat menantu kesayangannya itu tak kunjung bangun. Ia berusaha mengikhlaskan sang cucu yang sudah gugur dari rahim ibunya meski ia sangat menginginkannya. “Kamu mau makan sesuatu? Sudah berapa hari ini makanmu tidak tertatur” Tawar Atmajaya sembari mengingatkan. Clara menggeleng pelan. “Sayang, kamu selalu mendukung Adrian untuk bangkit, kamu selalu menyiapkan makanan untuk putra kita dan meminta Adrian untuk tegar, tapi kamu.. Kamu sendiri bahkan menyiksa tubuhmu seperti ini. Adrian akan sedih jika dia tahu kamu seperti ini” “Aku tidak berselera” “Aku tahu, tapi kamu tidak boleh menuru

