Vallerie masih terkejut akan fakta yang baru saja di sajikan untuknya, dimana Axel, laki-laki yang kini menjadi kekasihnya saling mengenal dengan Ara dan bahkan terlihat lumayan akrab. Dibalik rasa terkejut yang Vallerie rasakan, ia juga menyimpan kekhawatiran jika saja Ara bercerita pada Axel tentang dirinya. Banyak tidaknya yang Ara tahu tentang dirinya, yang jelas Ara hanya mengetahui sisi buruknya saja. Dan jika Ara bercerita pada Arsen sedikit saja tentangnya, maka tamatlah sudah impiannya untuk menjadi nyonya Axel. “Sejak kapan kau mengenalnya?” “Emh..” Ara kembali meletakkan gelas jusnya. “Sudah cukup lama, mungkin sudah hampir setahun” “Bagaimana bisa?” Vallerie terus bertanya. Ia masih tidak bisa mengendalikan rasa terkejutnya. Ara hanya tertawa kecil melihat ekspresi Valleri

