Mer merasa sangat kesal sekali, karena lelaki yang sudah menjadi suaminya itu ternyata tidak bisa pulang tepat waktu sesuai dengan apa yang sudah dia katakan. Awalnya Mer akan berusaha untuk mencoba melupakan semuanya, tetapi hati Mer terasa panas dan otaknya terasa mendidih. Tentu semua itu karena Mer merasa sangat cemburu, Mer menikah karena cinta. Dia mengagumi sosok Adi yang lembut dan berwibawa, sayangnya Adi seorang pembohong. Dia tidak menyangka, jika Adi akan dengan mudahnya mengatakan jika dia tidak bisa pulang. Padahal, mereka masih pengantin baru. Akan tetapi, dengan teganya Adi sudah meninggalkannya begitu saja. Bahkan dengan teganya Adi membohonginya, dengan teganya Adi memperistri dirinya di saat dia sudah punya istri. Mer jadi penasaran, Mer ingin sekali mengecek dat

