SEVEN | Ternyata dia... "Dek, mama sama papa udah pulang tuh!" panggil Tan dari ambang pintu. "Hah? Serius?" Bukannya senang, Keci malah menunjukkan ekspresi semacam... takut dan kecewa? Nggak semangat Keci turun dari tempat tidurnya. "Kamu kenapa? Mama Papanya pulang bukannya seneng," kata Tan sambil menoel-noel hidung Keci. "Mereka pasti mau ngebahas masalah itu lagi." Tan mengatup bibirnya lalu mengacak-acak rambut adiknya itu penuh sayang. "Udah, jangan diliatin depan mereka dong muka cemberutnya. Semua pasti baik-baik aja, percaya deh sama kakak!" Keci menarik nafas dalam lalu tersenyum tipis. Dengan wajah yang dibuat semanis mungkin dia turun ke ruang keluarga. Di sana, sudah ada dua orang yang menunggunya dengan wajah bahagia. "Keciiiiiii sayaaaang!" teriak Mama lalu menarik

