aku telah berjalan di jalan lurus mengarah ke masa depan, tapi apakah masa depan itu ada?. rasanya setiap kali aku melangkah masa depan yang kuinginkan, semakin menjauh dariku, aku hanya berjalan menuju masa depan. namun, seolah berlari masa depan serasa tidak pernah kugapai.
setelah lulus sekolah, aku belajar mencari uang dengan ayahku Dia adalah seorang operator machine Gelder, di perusahaan BUMN milik pemerintah dia bukan pegawai nilai dan hanya pegawai honor namun dengan banyaknya penghasilan setiap kali ia melakukan pekerjaannya. dengannya kami sekeluarga tidak pernah kekurangan, aku mengikutinya dengan niat supaya aku bisa menggantikannya di perusahaan itu dan memiliki kehidupanku sendiri. untuk bahagia mencapai masa depan yang kuinginkan yaitu tidak dipusingkan dengan masalah, baik untuk cinta ataupun keuangan. dengan darah muda yang bergejolak, aku mantapkan langkahku dengan memulainya dengan basmalah supaya ilmu yang kudapat bisa berguna untuk kehidupanku di masa yang akan datang.
aku tahu tidak ada yang mudah, keinginan sesuai yang direncanakan tidak lebih konyol daripada mimpi belaka atau biasa disebut angan-angan.
tetapi kata karakter kartun favorit kita semua, mugiwara no Luffy"perjalanan yang terlalu mudah mungkin kau berada di jalan yang salah".
anak muda dengan harapan mudanya dan gejolak darah muda seringkali menyangkutkan atau menggantungkan harapan dan cita-citanya pada kemungkinan dan pada faktor jika .
begitu pula dengan anak muda manja ini, yang dari kecil sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. dan mengarang masa depannya sendiri seperti melantunkan sebuah syair ataupun menulis ceritanya sendiri, berpikir seolah-olah itulah yang akan terjadi dan berpikir itu pasti terjadi,dengan polosnya.
namun tidak segampang itu, ku ulangi tidak tuh gampang itu. bahkan dalam karir dan walaupun hanya mengikuti bapakmu dalam bekerja, walaupun kau begitu mengaguminya. kau harus tahu dia bukanlah bosnya, kadang kau tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu kecuali melakukannya sekarang seperti yang dilakukannya.
aku ditinggalkannya dengan seseorang senior atau biasa disebut Abang. yang di mana si Abang Edi mengaku adalah anak ideologis dari bapakku, karena bapakku lah yang mengajarinya dan membimbingnya hingga sampai saat ini. dan kedepannya dia akan memiliki jabatan yang lebih tinggi dari bapakku tahu setelah aku tidak mengambil jalan itu.
tapi bekerja seperti biasa mengukir jalan-jalan supaya lebih indah dan lebih lebar. membuat jalan di suatu wilayah dengan mengandalkan kemampuan spesial dari mesin Gelder. sampai suatu ketika datang seseorang yang membawa karang dan dalam dengan telinga ke arah dari si Abang ini, dan mengajukan barangnya ke wajah si Abang yang kebetulan berada di atas mesin tadi.
dan berkata,"turun kau dan matikan mesin mu atau kau yang ku matikan"
wow, konflik pertama dalam kehidupan karir, aku pernah mendengar bahwa membawa mesin ini dipenuhi dengan resiko, banyak sekali resiko malah. dari masalah dengan alat berat yang kita punya, kadang rusak dan terkadang ada saja yang mengganggu yang berhubungan dengan mesin, ketika hujan dan cuaca buruk membuat jalan yang pada umumnya liat dan berlumpur menjadi sangat licin dan sangat sehingga pekerjaan harus dihentikan karena ketidakmampuan mesin untuk melanjutkan pekerjaannya di jalan licin. dan ataupun, penolakan dari masyarakat-masyarakat yang biasanya memanfaatkan jalan jelek untuk keberlangsungan hidupnya dan keluarganya
"ku jelaskan nanti karena bukan itu permasalahan yang saat ini akan aku hadapi"
dalam pekerjaan jalan. sudah biasa jika pengukuran jalan dilakukan dari atas jalan atau dari tengah jalan. dengan begitu, pelebaran jalan biasanya memakan beberapa tempat di tepi jalan bahkan yang masih berupa lembah ataupun perkebunan perkebunan, dan tidak terkecuali halaman rumah warga. biasanya warga yang melakukan penolakan tidak jauh-jauh dari warga yang merasa dirugikan seperti yang saya sebutkan di atas. walaupun sebelumnya sudah disetujui oleh masyarakat dan ketua RT atau pemimpin masyarakat di wilayah itu, walaupun sudah ditandatangani surat pernyataan dan persetujuannya.
di kampungku, bapak-bapak hanya terdiri dari dua golongan yang menunjukkan hobi dan kesukaan mereka masing-masing, yang pertama adalah yang hobi memancing, biasanya mereka menghabiskan waktu dengan memancing dan tidak tanggung-tanggung bisa keluar dari daerah ataupun keluar kabupaten maupun ke luar provinsi hanya untuk memancing. dan, satu lagi adalah penghobi buru babi, jadi di wilayah tempat ku berasal. ada sebuah tradisi yang dinamakan guru babi, di mana para laki-laki atau biasanya bapak-bapak memelihara seekor anjing yang di dimaksudkan dan memeliharanya hanya untuk berburu babi, seperti bapak-bapak tukang pancing ,bapak-bapak buru babi juga tidak jarang pergi bahkan keluar provinsi hanya untuk buru babi. aku tidak akan mengatakan mana yang bermanfaat atau mana yang tidak bermanfaat. karena, kalau menyangkut hobi sah-sah saja walaupun tidak bermanfaat sekalipun, jika berbicara tentang hobi ya hobi adalah untuk pelepas masalah, atau mungkin pelarian dari masalah, dan salah satu cara dan bentuk penghilangan stres.
pada hari Minggu kejadian tersebut terjadi, di mana laki-laki yang membawa barang ini menakjubkan parangnya ke wajah atau hadapan Abang senior. di saat itu aku sedang mencoba perbaiki selang air yang kebetulan disenggol oleh sekop dari mesin gleder yang biasa kami panggil pisau pisau . beberapa titik pekerjaan yang mengalami air yang mencret dari dalam tanah dikarenakan pipa air tanahnya terkikis atau pecah oleh kita pisau dari mesin gleder tersebut. di situlah tugasku dan merasa bertanggung jawab karena bisa-bisa air ke rumah-rumah yang bisa terputus, walaupun sebenarnya tanggung jawab perusahaan lah, apapun yang terjadi selama pelaksanaan projek tersebut.
walaupun aku sedikit panik melihatnya namun kulihat si Abang senior terasa biasa saja. bukan mengabaikannya namun menuruti perkataan si pria parang tersebut. Dia kelihatan santai saja tapi sudah biasa dengan fenomena ini. walaupun, saya yang baru di dunia ini agak sedikit panik saat itu. mungkin di sinilah pengalaman berbicara, dengan pengalaman yang segudang dia bisa dengan tenang mengkalkulasi situasi dengan baik. setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah pada hari Sabtu sebelum hari ini. ternyata batang pinang yang ada di dalam patok dari pengerjaan jalan, batang pinang itu adalah miliknya dan harus dikorbankan 4 buah karena berada di dalam patok. seolah tidak terima dengan perlakuan para pekerja yang semena-mena terhadap tanaman di depan rumahnya dia menyampaikan protes lewat gertakan.
dan tentu saja masalah tersebut bisa diamankan oleh pemuda setempat. namun ada suatu perkataannya. si Abang senior ini yang sangat membekas di jiwaku yaitu "jangan pernah menyalahkan orang sebelumnya untuk pekerjaanmu hari ini, karena kau sama-sama bekerja di bawah perusahaan yang sama, jadi risiko dibagi rata, dan kok tidak boleh melempar tanggung jawab seperti itu, karena tidak jantan"
kata-kata yang terdengar keren untuk anak yang baru lulus SMA dari seniornya...
dengan dukungan teknologi informasi yang sudah berkembang pada saat itu. apapun yang terjadi bisa diketahui dengan cepat di manapun, ayahku yang sedang melaksanakan kegiatan hobi berburu babinya mengetahui dengan sangat cepat, sehingga akan menjadi cerita di persimpangan jalan yang mengantarku ke dalam kehidupan saat ini.
besoknya setelah semua project selesai saya pulang ke rumah, pembicaraan oleh ayah saya sangat mengejutkan namun masuk akal dia mengatakan itu walaupun, sangat menentang keinginan saya yang semangat baru berapi-api ketika memulai proyek yang selalu saya ingat adalah ladang penghasil uang yang cukup besar. di situlah beralih kehidupan damai yang kuinginkan walaupun sebenarnya tidak damai ,banyak asam garamnya ,Hitam putih yang ayah saya telah jalani.
beliau berkata"tidak kuat untukku mendengar soal kejadian yang seperti itu, dari awal aku tidak ingin kau bekerja seperti pekerjaanku karena aku tahu sangatlah berbahaya, kejadian yang terjadi saat ini belum ada apa-apanya dengan kejadian yang sering terjadi, bahkan untuk abang seniormu pernah dikejar oleh orang satu kampung, karena mereka berpikir dia telah mengganggu lumbung padinya, mengganggu pencariannya. karena mereka melakukannya dan memanfaatkan jala rusak dan buruk untuk ngojek, dan penghasilan mereka sebanyak 50.000 sekali aja, jika jalan bagus, maka mereka tidak bisa meminta ongkos seperti biasa sehingga kebanyakan orang menentangnya. makanya si Abang senior sampai diburu, dikejar, orang satu kampung,".
begitulah ayahku mengatakan dan memberikan penjelasan secara langsung. dan memberikan ku pilihan kedua sebagai pedagang, tentang kehidupan sebagai pedagang lebih gemerlap daripada hanya sebatas pegawai honor dan operator di perusahaan pemerintah. dan ada saudaranya yang sukses menjadi pedagang di salah satu kota di negara ini yaitu peta p . dan begitulah dia meminta pendapat dariku jika ingin berdagang maka dia bisa menghubungi saudaranya untuk menerimaku belajar dan bekerja di tokonya.
walaupun sangat disayangkan aku menerima saran dan usulannya dengan berat hati. dan akhirnya waktu yang dinanti tiba sehingga sekarang aku berada di kota p menunggu jemputan dari saudaranya yang sama sekali tidak ku tahu, karena dia lama di rantau bahkan namanya pun aku tidak ingat sekarang aku di sini, di salah satu kota terbesar di pulau ini di negara ini.
bayangkan saja, jika saja ada orang yang bisa membaca pikiran orang lain. dan tidak sengaja membaca pikiranku, dan ternyata memiliki kemampuan ini adalah orang jahat yang bisa saja mengaku-ngaku sebagai orang yang akan menjemputku, mungkin riwayatku akan tamat . begitulah yang aku pikirkan Karena wilayah baru sangat menakutkan bagiku.
mudah-mudahan saja tidak ada orang yang begitu, hanya buah dari kehati-hatian, dan ketidakpercayaanku kepada orang lain. karena sejak kecil semenjak kejadian aku sadar hidup di dunia ini, aku tidak pernah sekalipun bergantung kepada orang lain kecuali orang tuaku, dan tidak pernah mengandalkan orang lain selain diriku sendiri. cara hidup yang begitu mengagumkan ketika masa muda dihabiskan merantau di negeri orang. namun itu hanya pernyataan egois dari seseorang yang hidupnya di tempa oleh penghianatan, ke pura-pura an, ketidakadilan, memanfaatkan dan hati-hatian,
seorang anak yang selalu waspada di segala situasi, namun masih polos dan naif. yang menyebabkan akal dan tidak akan acap kali tidak sinkron satu sama lain, sehingga yang dilakukan kadang-kadang terasa konyol atau mungkin memang konyol. namun proses kedewasaan tidak sesederhana saat kita memikirkan kita akan dewasa. namun dengan pengalaman dan perjalanan jalan dari lahir sampai ke masa depan yang baik dan mengusahakan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih baik.