alasan aku serius

1062 Kata
sebelumnya, di keluargaku aku anak pertama laki-laki , memiliki seorang perempuan. yang sialnya dari segi manapun dia lebih pintar daripada aku. tapi dikesampingkan cerita soal aku dulu karena yang akan menentukan adalah keluarga ibuku. yang cukup aneh mungkin, setahuku belum memiliki 4 saudara 1 laki-laki 2 perempuan ditambah dengan dia menjadi 2 perempuan. yang laki-laki adalah yang paling besar walaupun beda ibu, dan dia paman namun dia berdomisili di negara tetangga kita Malaysia dan telah berkeluarga di sana, adiknya itu adik kandungnya yang sudah berkeluarga di Pulau b yang cukup jauh dari kampung halaman. yang terakhir adiknya dari saudaranya nenek mereka bukan saudara kandung cuman nenekku mengadopsinya sebagai anaknya ketika saudaranya meninggal apa namanya ya, untuk sekarang tidak penting karena dia bukan inti dari cerita ini. tinggal di kampung bersama ku. dan dari mendengar cerita ternyata si bos ini telah dimodalkan oleh pamanku ini yang dari Malaysia, yang ternyata dia cukup kaya untuk memudahkan seseorang memiliki sebuah toko sepatu seperti ini dengan banyak cabang di kota p. kalau orang seperti bos ini saja bisa dia modalin kenapa aku yang sebagai keponakannya tidak dimodalinya?. begitu pikiran otak bulus ku waktu itu. untuk itulah aku selalu bekerja dengan sungguh-sungguh di toko si bos dengan mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi dan bertumpu kepada kata-kata bijak . kerja keras tidak akan menghianatimu. akan ku terima semua keadaan ini baik itu pahit dan manis asam dan asin akan kuhadapi demi menjalankan rencanaku yang sangat brilian. itulah kartu andalanku dengan mengandalkan paman yang kaya dan menjilatnya sedikit mungkin kehidupanku yang membosankan akan berubah. aku tetap merahasiakan siapa aku selama bekerja dengan si bos kepada teman-teman yang bekerja denganku. sekarang aku akan membahas perlakuan mereka kepadaku. si a Dia sangat tidak bisa kuandalkan untuk bertanya akan sesuatu karena seperti dia sedang mempermainkanku. ketika aku bertanya harga atau letak barang dia menjawab seakan-akan mengejek, kan aku sangat tidak suka diejek karena aku tidak pernah mengejek, dan tidak ingin diejek. walaupun kami bekerja dari jam 07.00 sampai jam 10.00 malam. kami juga diberikan hak untuk tidur siang selama 1 jam biasanya kami sebut jam istirahat yang kami lakukan berganti-gantian. pernah suatu ketika saat aku sedang melaksanakan kegiatan istirahat siang dengan tidur . cuaca di kota p sangatlah panas berbeda dengan kota tempat tinggalku dahulu atau kampungku. yang berada di daerah ketinggian sehingga cuacanya lebih dingin daripada kota p yang berada di daerah pesisir yang menyebabkan cuaca menjadi sangat panas baik siang ataupun malam, sehingga tidak akan baik rasanya jika tidur tanpa menggunakan kipas angin. dan tidur yang paling bagus adalah dengan kipas angin mengarah kepada badan dengan kecepatan putaran paling tinggi sehingga anginnya paling besar. disaat aku sedang istirahat dari bayang-bayang antara tidur dan tidak aku melihat ada orang yang mengangkat kipas angin yang sedang kugunakan dan membawanya pergi, itu sangat menjengkelkan hanya beberapa menit membuat kita beku tidak nyenyak dan mandi dan yang membuatku sangat marah karena aku tidak pernah mengganggu mereka tidur walaupun mereka selalu korupsi waktu istirahat. tapi kenapa saat aku tidur mereka menggangguku tanpa peduli sedikitpun itu membuat mentalku dan hatiku sangat marah tidak tahu kemana lagi harus sembuh tuntaskan ditambah panasnya cuaca dan panasnya hatiku membuatku tidak bisa berpikir jepit lagi. aku pergi ke bawah dengan hati yang marah. sesampainya di bawah manis saja mulutnya mengatakan panas sekali di bawah jadi ku ambil kipas mu. segera kuraih kepalanya aku genggam rambutnya kutarik dan kuhempaskan kepanjangan sepatu di tempat dia bersandar. "setiap hari aku biarkan, kalau tidur tidak ada aku bangunkan, tidak ada aku ganggu, kipas semua tidak aku ambil, kau biarkan kau korupsi waktu. beginilah balasanmu kepadaku aku tidak habis pikir kenapa aku berteman dengan orang yang tidak tahu terima kasih sepertimu." aku melepaskan kekesalan dengan permainan fisik yang akan dia ingat, namun tanpa merasa bersalah dia menantangku untuk adu pukul di luar. namun tentu saja aku tidak mau kalau di luar akan ada orang yang menghentikan kedua orang yang berkelahi dan dendamku tidak akan sampai aku memintanya di belakang saja supaya sepi dan tidak ada orang jadi aku bisa melakukan apapun semauku termasuk menghajarnya supaya tidak bangkit lagi karena hati yang sedang panas tidak akan bisa didinginkan sebelum membakar sesuatu yang membuatnya panas. si b yang duduk di sampingnya seolah-olah melihatku tidak percaya. orang biasanya yang diam-diam saja ternyata bisa marah dan marahnya tidak pernah berbasa-basi kecuali langsung ke intinya. Dia berkata sebenarnya dia telah mengingatkan si a untuk tidak mengambil kipas ketika aku sedang tidur tapi si a mengabaikannya dan tetap mengambilnya. aku tahu Dia adalah seorang manipulator yang hebat dan untuk saat ini aku hanya mengikuti arus saja karena tidak mungkin juga aku bisa menang melawan dua orang sekaligus walaupun aku paksakan. aku tetap mengajak si a di belakang, sedangkan dia tetap mengajakku ke depan. seperti tidak akan ada ujungnya aku menyerah dan pergi dari sini . aku pergi ke salah satu minimarket sibuk kerja Indomaret dan membeli 1 botol minuman untuk menenangkan diri dan duduk di depan Indomaret tersebut karena di depan disiapkan beberapa kursi untuk tamu biasanya duduk-duduk. sungguh luar biasa karena di sini aku bisa berteman dengan tukang parkir yang berada di tempat Indomaret tersebut, aku menceritakannya kepada tukang parkir kita salamku dan membuatku sangat marah siang ini. namun, ya seperti tidak ingin ikut serta dalam masalahku hanya menasehati sebagai seorang orang tua. dia memang sudah berkepala empat dan yakin pertikaian sudah menjadi bunga hidupnya selama ini dan sangat banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari orang tua mana saja yang bisa ketemui di jalanan. aku kembali sangat lama kukira setelah ashar aku kembali lagi ke toko itu, dan ternyata si bos sedang duduk di meja kasir. "aku pikir kau berjalan pulang ke kampungmu" ucapan bos yang sangat menyesatkan otakku yang sudah mendingin membuatnya panas lagi, kalau ke pada bos tidak ada gunanya kekerasan karena yang akan dirugikan adalah diri kita sendiri jadi kau jawab saja aku tersesat mencari masjid setelah pulang aku tersesat menjadi toko. walaupun bos botak ada yang gendut seperti om-om pada umumnya sebenarnya dia hanyalah seorang yang angkuh dan melihat semuanya dari kedalaman isi kantong, dia sangat marah jika ada karyawannya yang terlambat namun dia tidak bisa menampakkan kemarahannya kepadaku karena sesuatu yang ku sebutkan di awal bab ini, caranya yang menggunakan bahasa kias saya akan membelah dari samping walaupun aku tidak cukup bodoh untuk tidak mengerti itu. dan ku jawab juga dengan bahasa yang mungkin akan terdengar aneh namun mengkias di hal yang berbeda.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN