Sweet Sinner | 11.4

1174 Kata

    Sementara itu. Di ruang utama mansion Persia berjalan kesana-kemari sesekali meneliti ke arah jendela. Persia merasa cemas karena sudah pukul dua dini hari Robert belum kembali, Persia takut jika terjadi sesuatu atau perkelahian yang akan saling melukai.     Meski sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi nomor Robert itu tidak berhasil, hanya suara voicemail yang terdengar. Rasa mual dan pening di kepala tidak dipedulikan lagi oleh Persia karena rasa khawatirnya lebih besar, tapi deru mesin mobil di halaman berhasil mengukir senyum manis di wajah Persia.     Persia tergesa-gesa dan melarang pelayan membukakan pintu karena posisi itu lebih pantas untuknya. Persia ingin tahu secara langsung jika Robert baik-baik saja dan ketika pintu terbuka barulah Persia mengenal jika wajah tamp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN