Aku menunggu Theo pulang dari kantor. Aku melirik jam dinding di ruang tamu menunjukkan jam 11 malam, tapi Theo belum pulang. Ke mana dia? Semenjak kejadian di kantornya itu, Theo jadi semakin dingin padaku dan berbicara seperlunya saja. Bahkan setiap bekal yang kubuatkan untuknya tidak pernah dia bawa ke kantor. Aku semakin bingung dengan sikapnya. Dia sangat berbeda. Apa aku berbuat salah? Apa ada yang memfitnahku? Apa ada perempuan lain? Aku memikirkan option terakhir karena, bukan hanya sekali aku menemukan noda lipstik di jas Theo dan warna lipstik itu selalu berbeda beda saat aku mencuci bajunya. Ya, aku memutuskan untuk mencuci baju Theo dan aku sendiri. Aku tidak mau kalau pembantu yang mencucinya mereka akan melihat daleman aku dan Theo. Pikiranku melayang saat aku menemukan noda

