31

575 Kata

Malam harinya tidur Katria terusik saat seseorang membuka pintu. Di ruangan yang minim penerangan, Katria memfokuskaan pandangan matanya, setelah mengetahui siapa yang baru saja masuk ke ruangan ini. Katria berkata, “Alvan, ngapain kamu? Belum puas.” “Syutt.” Alvan meletakkan jari telunjuknya di depan bibir, meminta Katria untuk diam, lalu dia segera melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kaki Katria. “Kenapa kamu lepasin aku?” “Kat, aku gak mungkin nyiksa kamu. Aku Cuma berpura-pura aja supaya mereka percaya, aku sengaja bergabung sama mereka setelah gak sengaja mendengar persoalan rencana ini. Supaya gak terjadi hal yang lebih gawat sama kamu.” Katria ingin menangis, tapi ini bukan waktu yang tepat. Katria kembali percaya sekarang, bahwa orang baik benar-benar masih ada. “Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN