Setelah sesi foto selesai, Raga dan Katria kembali menuju tempat dimana temannya berada. "Kat, aku gak bisa anterin kamu pulang nih, kamu pulang sama Raga aja. Soalnya aku ada urusan sama ketua OSIS yang sekarang. Dia belum terlalu ngerti ngurus laporan tentang turnamen kayak gini," ujar Alvan. "Iya, biar gue yang anterin Katria." "Thanks Ga, gue duluan." Katria hanya menurut saja, kenapa dia harus selalu terjebak di zona seperti ini? Berada di dekat Raga yang membuat Rhea semakin terluka. "Ayuk Kat," ujar Raga yang sudah mengenggam tangan Katria. Katria berjalan mengikuti langkah Raga, dia melihat ke arah Rhea. Gadis itu tetap tersenyum di saat hatinya sedang terluka seperti ini. Raga menghentikan motornya disalah satu penjual pinggir jalan. "Kok berhenti, Ga?" tanya Katria "Maka

