"Sang mentari mengeluh pada hujan bahwa dia juga ingin dikagumi. Tanpa mentari ketahui, bahwa dia juga salah satu hal yang diinginkan." *** Pagi baru menunjukkan pukul setengah enam, tapi Katria sudah siap dengan seragamnya. Dia harus berangkat pagi, sekedar menghalangi pertemuannya dengan sang papa. Pagi yang sepi, Katria terpaksa harus memelankan langkah kakinya saat menuruni tangga agar tidak menimbulkan suara sedikit pun yang bisa saja membuat papanya terbangun. Jantungnya berdegup kencang,kenapa anak tangga ini menjadi semakin banyak saja pikirnya. "Non, mau ke mana?" tanya asisten rumah tangganya yang baru berjalan dari arah dapur. Katria menempatkan jari tangannya di bibir, "Saya mau ke sekolah. Jangan kasih tau atau bangunin papa, oke?" ujarnya pelan seakan berbisik. "Ba

