12

1161 Kata

"Happy sweet Seventeen sayang." ***** Selama diperjalanan menuju ke rumahnya, Alvan selalu memikirkan Katria yang mencurigainya, sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis itu? Mengapa dia sampai berpikiran jauh dari realita. Alvan memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya danberjalan menuju pintu utama. Suasana rumahnya sudah sangat sepi, maklum 2 menit lagi sudah menunjukkan pukul 12 malam. Jadi pasti saja mama dan papanya sudah beristirahat. Alvan membuka pintunya dengan kunci duplikat yang juga dimiliki. Setelah mengunci kembali pintu rumahnya. Alvan berjalan menuju ke arah saklar dan menghidupkan lampu rumahnya. Dia terkejut saat melihat teman-teman sekolahnya, kedua orang tuanya dan juga Katria. Tunggu! Bukankah beberapa jam yang lalu gadis itu sedang marah? Lantas kenapa dia ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN