“Berarti kan tambah baguslah nama masmu. Tapi memang menyakitkan ya?” ucap Aruna. “Memang dia kalau ingat itu terus dia jadi sedih, dia jadi marah, mengapa mau terlalu bodoh. Dia bilang tapi ya wes aku sudah berkali-kali jurang.” “Aku cuma bisa saranin mas legowo saja. Tapi ya bagaimana bisa legowo dia berkorban buat perempuan itu, perempuan itu yang jahat sama dia. Begitu selalu dia bilang Ma.” “Biarin. Itu memang balasan untuk orang tuanya yang suka jelek-jelekin kamu. Jelek-jelekin statusmu. Ternyata status anak pembantu itu bukan mencerminkan status akhlak.” “Buktinya anak yang katanya paling mengerti agama malah akhlaknya seperti itu.” “Aku sih enggak perduli Ma. Memang aku anak pembantu. Tapi kan enggak haram kan pekerjaan itu. Memang awalnya aku sangat kagum pada Nazwa. rp5.000

