Para tukang juga sadar, mereka kontraknya harian, kalau harian, pemilik order biasa tak menanggung uang makan. Lepas. Tapi dengan Déra mereka diberi makan 3X plus kopi semaunya. Tanpa dipotong uang hariannya. Itu saja tak ada yang tahu. Tapi Déra tak pernah hitung. Dulu di Cilacap, kerja di rumah Déra saja mereka tak diberi makan oleh Nazwa, karena mereka di bayar harian, hanya diberi teh siang dan sore saja. “Jadi itu satu orang tadinya bayar order berapa?” tanya seorang pegawai Déra. “Aku tidak pernah berani tanya. Tapi aku yakin satu orang itu lebih dari satu juta satu makalah, sedangkan dia tadi barusan 4 kan? Setidaknya kalau kita hitung satu juta saja, itu 4 juta dan aku yakin sebentar lagi entah besok entah lusa pasti ada lagi yang datang untuk minta.” “Terus begitu, jadi sebulan

