TTUUUH PAK

1036 Kata

“Mau dibikinkan, apa Mama minta bikinkan?” goda Déra. “Ha ha ha ya betul lah, kayak begitu, tapi Mama juga lagi cari daun lumbu-nya ( talas ) dan daun pepaya kan kita banyak, biar sekalian bikin. “Ya Allah Ma mau bikin hajatan koq banyak banget. Buat apa sih?” kata Tya. “Bawalah buat ibumu sana. Kan mereka nggak pernah bikin kan? Karena sibuk sama catering kalian nggak pernah bikin. Jadi besok bawa banyak buntil berapa macam, nanti kan bisa disimpan di freezer,” kata Aruna. “Ah bener banget Ma,” seru Tya bahagia, Déra memperhatikan interaksi hangat mama dan menantu barunya yang terjalin hangat, tak seperti dengan Nazwa dulu. Nazwa mana mau mengakui buntil enak, mertuanya mana mau diberi buntil. Beda dengan Tya yang satu frequensi dengan Aruna. “Memang kami jarang bikin diluar menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN