Broken Heart…again?

816 Kata

Tut..tut… Dia menutup telphonennya, baru kali ini aku melihatnya sangat marah padaku, apa aku berbuat kesalahan?sebesar itukah salahku?. Aku masih terpaku dengan posisiku saat ini, aku masih duduk diam di dalam restorant dan terus menangis, baru kali ini aku melihat Reza seperti itu. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bangun dan pulang, aku malas sekali untuk naik taxi, aku lebih memilih untuk berjalan kaki. Selanghkah demi langkah aku jejaki, aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikan mata lebamku karena menangis, air mataku terus menetes dengan deras berharap bisa berhenti. DEG.. Aku terkejut dengan apa yang aku lihat saat ini,handphoneku terjatuh dari genggaman tanganku membuatnya hancur tidak berbentuk lagi. ‘’Reza’’ Ucapku sambil meneteskan air mata. Aku lihat Reza terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN