Bab 110. Hadiah Yang Manis

1191 Kata

# Luna baru kembali dari kafe dan melihat Maura yang duduk sendiri di luar kamar tempat Max dirawat. Cakra sendiri sedang mengantarkan Citra dan Tante Yen ke apartemen Maura. Rencananya nanti Cakra akan kembali ke Rumah Sakit setelahnya dan kembali menjemput Luna karena Luna masih ingin berbicara dengan Maura sedangkan Cakra ingin bicara dengan Arga juga. "Kau suka kopi kan?" tawar Luna. Dia membawa dua cups kopi dan duduk di samping Maura. Maura menggeleng. "Maaf Luna, untuk sementara aku akan berhenti minum kopi," tolak Maura halus. Luna sedikit tertegun. "Berhenti minum kopi? Kau baik-baik saja kan?" tanya Luna khawatir. Dia menatap Maura dengan tatapan serius. Namun Maura kembali menggeleng. "Aku tidak sakit. Sungguh," jawab Maura. Melihat Luna yang terlihat bingung, pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN