Bab 10

727 Kata

Rangga Admajaya lega karena Suster Bora telah tiba di penthouse. Pria itu merapikan diri dan kembali menuju pesta. di dalam lift Rangga Admajaya mencoba menenangkan dirinya, apalagi secara mengejutkan bayangan wajah Faranisa muncul di otaknya. SIAL! Tidak lama, bunyi lift terbuka menyadarkan Rangga Admajaya. Seseorang menarik tangannya tiba-tiba, dan pria itu sempat terkejut. "Darimana saja kau?" Pertanyaan tersebut meluncur dengan tegas. "Aku hanya beristirahat sebentar, karena tadi malam begitu banyak berkasnya di kerjakan." Setelah mendengar jawaban tersebut, pria tua paruh baya itu pergi sambil menepuk bahu dan berkata, "setidaknya kau harus ada disini! hanya dirimu satu-satunya." Rangga Admajaya mengerti apa yang dimaksudkan orang tuanya tadi. Tapi dirinya tidak cukup percaya diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN