Aku tak suka situasi ini! Bagiku waktu menyusui adalah saat terberat. Jadi jangan lukai dirimu sendiri! AKu pergi, bay kesayangan Onty,” Mayangsari tersenyum pada Faranisa dan pergi dari tempat itu tanpa menyapa Rangga Admajaya sama sekali dengan sangat angkuh. “Mayangsari,” “Rangga Admajaya!” Sessy menarik tangan pria tersebut agar tak pergi darinya. “Kita perlu bicara! Sepertinya aku hamil anakmu,” bisik wanita itu tepat di telinga Rangga Admajaya dan membuat dia menegang seketika. Bohong jika Faranisa tak mendengar apa yang dikatakan oleh Sessy. Wanita itu sengaja mengucapkan kalimat tersebut sambil menatap wajah Faranisa. Seolah dia sedang menabuh genderang perang. “Sessy, aku harap kau memelankan suaramu dan mencari solusi bagi kita. Kau tahu kita berhubungan hanya dua bulan, itu t

