Bab 16

749 Kata

Ehem asam berdehem lalu dia berjalan masuk kedalam. Pria tersebut tidak lantas masuk ke kamar Faranisa, tapi dia duduk di sofa ruang tamu sambil menatap ke arah televisi. Suster Bora kembali masuk ke dalam penthouse dan berdiri di hadapan Rangga Admajaya, siap memberikan informasi yang akurat. "Saya sudah melakukan pemeriksaan, dan benar bahwa nona Faranisa sekarang sedang hamil anak Anda Tuan." Rangga Admajaya meremat jarinya dan menatap Suster Bora. "Dari mana kau tahu bahwa itu anakku?" Suster Bora tersenyum menatap wajah Tuannya. "Bukankah Anda yang pertama bagi nona Faranisa?" Deg Rangga Admajaya terdiam mendengar kenyataan itu, ya dia adalah orang yang pertama dan terakhir sebelum Faranisa tidak sadarkan diri. "Tuan, Nona Faranisa memang tidak sadarkan diri tapi janin di dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN