Mata Sassy membulat, dia pun tak bisa menahan tangis. Sedangkan Faranisa tersenyum menatap semua ini. Dia membuka pintu saat menyadari jika Rangga Admajaya akan kembali ke apartemen karena kunci mobil tertinggal. "Mas, sudahlah," Bisik Faranisa pada suaminya dengan lembut dan tenang. Aku tidak marah dengan apa yang wanita ini lakukan! Padahal aku sudah berusaha membiatkan dia di rumah. Mendengar jawaban Faranisa langsung semakin emosi! Sassy yang melihat itu kesal dan kembali ke kamar. "Mau kemana Mas? Biarkan saja dia." Faranisa memainkan mata kepada Suster Bora dan menarik tangan suaminya. Pintu itu kamar tertutup dan Faranisa langsung meraih leher Rangga Admajaya dan melumat bibirnya dalam. Faranisa tak akan membiarkan Rangga Admajaya menyusul wanita tersebut dan mendengar rengekan yan

