Bab 42

1145 Kata

Rangga Admajaya tak berpikir apapun yang aneh tentang Faranisa, tapi hatinya terus bertanya saat menatap mata wanita itu. Pikir Rangga Admajaya trauma masa lalu menghiasi bayang-bayang mimpi wanita ini. “Aku sangat menyayangimu Faranisa.” bisik Rangga Admajaya pelan di telinganya. Setelah mengatakan itu dia pun pergi dari kamar dan Faranisa menarik napasnya dalam. “Hampir saja papi kalian menyadari kalau mami seperti ini. Mami tidak sangka ada dia di sana.” ucap Faranisa memegang dadanya. Rangga Admajaya yang merasa dadanya sesak pun berjalan ke arah taman dan dengan tiba-tiba seseorang memeluk dari belakang. “Rangga Admajaya…” bisiknya. Pria itu berusaha melepaskan tapi Riyanti semakin mengeratkan pelukan. “Tenanglah atau aku akan katakan pada istrimu kalau aku adalah ibu tirinya dan mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN