Bab 37

804 Kata

“Faranisa,” Rangga Admajaya mengumpulkan rambut panjang istrinya agar bisa melihat wajah wanita yang melumat nikmat benda hingga mengeras. Faranisa merasakan tubuh Rangga Admajaya yang terus bergerak tidak teratur, tampaknya gaurah sudah menguasai pria tersebut. Tapi Faranisa yang tak paham malah bertanya “Ada apa?” tanya Faranisa mengangkat wajahnya. “Apa aku terlalu kasar?” Rangga Admajaya menggeleng! “Kau lembut sekali, aku bahkan tak pernah merasakan yang selembut ini,.” jawabnya sambil mengambil napas yang terputus. “Faranisa,” panggilnya lagi saat bibir wanita itu melumat biji kuaci di dadanya. Lidah Faranisa bermain nakal, dia tak kasar karena ingin mengajarkan pada Rangga Admajaya untuk memperlakukan dirinya juga seperti itu. “Ough,” pria itu terus meraung saat punggungnya kini t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN