Marco mulai memberanikan diri untuk menyelami ketakutan Aditya. Ia tak bisa berdiam diri saja melihat atasannya tampak frustasi. "Tuan.. Maaf jika saya lancang.. Tapi saya tidak pernah melihat tuan begini, biasanya tuan selalu saja tidak peduli terhadap siapapun, tapi kali ini saya rasa berbeda... Tuan sangat peduli pada nona Gladis... Saya melihat tuan sangat kacau sekali... Sebenarnya ada apa tuan?" ucap Marco. Adit menghela nafas beratnya, mencoba menenangkan dirinya. Ia baru sadar jika Marco sedari tadi berada di sampingnya dan tidak bertanya apapun. Bagaimanapun juga, Marco adalah orang yang sangat ia percaya saat ini, tak sepantasnya ia membuat orang kepercayaannya begitu khawatir dengannya. "Ini yang saya takutkan Marco... Ini.. Seperti ini... Kamu tau bahwa saya tid

