Don 9

1501 Kata
Setelah sholat subuh nayra memakai seragam sekolahnya itu dan mengemaskan buku bukunya kembali. Memakai bedak baby dan memoleskan sedikit liptint ke bibirnya setelah itu ia mengucir satu rambutnya. KALAU SUDAH TIADA BARU TERASA BAHWA KEHADIRANNYA SUNGGUH BERHARGA SUNGGUH BERAT AKU RASA KEHILANGAN DIA SUNGGUH BERAT AKU RASA HIDUP TANPA DIA Lah nayra mengernyitkan dahinya bingung. Siapa pagi pagi gini udah dangdutan mana lagunya galau lagi. Saat ia menuruni tangga ia melihat ajudannya yang ngepel sambil nyanyi. Lah tumbenan ajudannya ini galau. Salsa menghampiri art nya yang sudah ada di meja makan dan duduk bersama. "Dancong kenapa dah bi?" Tanya nayra bingung membuat yang lain pun bingung. "Dancong" Ucap para art nya bingung. "Iya dancong, ajudan b*****g" Ucap nayra membuat yang lain menanggukkan kepalanya . "Gak tau non dari tadi pagi udah kayak begitu, di ajak makan malah nyanyi nyanyi gak jelas" Ucap bi eli. "Lagi galau mungkin non" Kata bi icha. "Dancong bisa galau bi?" Tanya nayra sambil memakan rotinya itu. "Bisa lah itu buktinya" Ucap bi ros sambil menunjuk ajudan nayra. "GUE DENGER KALIAN NGOMONGIN GUE" Teriak ajudan nayra saat sudah selesai menyanyi. dan bergabung untuk sarapan. "Tumbenan lo dancong galau galau segala" Ucap nayra. "Dancong dancong pala lo, panggil eyke vina you paham" Ucap ajudan nayra. "Iya vina" Ucap nayra malas. "Yuk pak agung, nayra pergi dulu" Pamitnya tak lupa mencium tangan art nya itu dan masuk ke mobil bersama pak agung. "Pak berhenti di halte dekat sekolah yah" Ucap nayra. "Kenapa gak di sekolah aja non" Kata pak agung. "Di halte aja pak" "Baik non" Sesuai dengan permintaan nayra pak agung menurunkan nayra di halte dekat sekolah dan nayra berjalan lagi menuju sekolahnya saat di gerbang ia melihat teman barunya itu. "Nayra sini" Panggil stephani dan nayra pun menyusul temannya. "Apa?" Ketusnya. "Yaelah ketus amat neng, seminggu lagi kita bakalan camping tau gak" Ucap vanya senang. "Gak" Ketus nayra. "Ish nayra gak boleh kayak gitu, seharusnya nayra itu senang kalo kita mau camping dan camping juga diadakan di sekolah khusus kelas sebelas doang tau" Jelas sisil. "Oh" Cuek nayra. "Kekelas" Ucap jenni. Dan akhirnya mereka menuju kekelas mengakhiri pembicaraannya itu. Dan hari ini adalah hari selasa dimana jadwal bagi kelas nayra untuk olahraga. Bukan hanya kelas nayra tetapi kelas Xl ipa3 dan Xl bahasa3. Emang pada hari selasa ketiga kelas itu akan di gabungkan untuk olahraga sama dengan kelas yang lain juga. Sesuai dengan tingakatan kelasnya dan angka kelasnya. "Jenni mana sih lama amat" Gerutu vanya yang berada di ruang ganti. "Iya nih jenni sama nayra cocok yah sama sama es batu tapi masih es batu nayra" Ucap sisil. "Nah tuh mereka berdua" Tunjuk stephani saat nayra dan jenni memasuki ruang ganti. "Lo kemana aja sih?" Tanya vanya tampak kesal. "Kelas" Jawab jenni sedangkan nayra mengambil bajunya di loker dan memasuki ruang ganti dan diikuti jenni. "Jangan lama lama nanti dimarahin pak adit kita duluan" Teriak stephani yang tak dapat respon apa apa. Mereka bertiga memilih ke lapangan duluan. Saat ini tampak gabungan dari ketiga kelas dengan study yang berbeda ips, ipa, bahasa dengan gedung yang berbeda dan lapangan yang sama. "Baiklah pemanasan dulu dipimpin ketua kelas dan seksi olahraga" Ucap pak adit dan pergi meninggalkan mereka semua. "Wah seksi seksi olahraga yang paling seksi maju dong" Teriak syahrul merupakan siswa paling m***m di kelas ips3. "Yang seksi aja lo teriakin" Sinis haikal. "noh seksi kan, si seksi olahraganya" Ucap haikal menunjuk jubriyadi yang memang bertugas sebagai seksi olahraga. "Hahahahhahaha" Gelak tawa kelas ips3 membuat syahrul mendengus kesal. "Seksi juga nayra ya gak nay" Ucap syahrul yang berada di samping nayra. Nayra hanya memutar bola matanya malas. "Yang seksi aja digodain" Sindir haikal. "Syahrul sekarang pemanasan bukan godain cewek dasar modus" Teriak bagas saat berada di depan. Dan syahrul disoraki oleh cewe cewe ips 3. "Syahrul kan emang tukang ngerdusin cewe dengan janji janji sok manisnya" Ucap sisil. "Neng sisil mau juga" Tawar syahrul sambil menaik turunkan alisnya menggoda sisil. Sisil hanya memicingkan matanya saja. Dan pemanasan pun dimulai dengan bagas dan jubriyadi yang memimpin dan yang lain hanya mengikutinya saja dan begitu pun kelas lain. Kelas ipa dipimpin oleh reynand dan agus sedangkan kelas bahasa dipimpin oleh dzikril dan riko. "Eh itu anak baru yah" Tunjuk WINDY CHIBY (windi) anak bahasa. "Eh iya kita aja baru ngeliat dia kan" Ucap THERESIA AMANDA (tere). "Mainan baru na" Ucap PRISLEE GLOWY (prisli). "Menyenangkan" Kata FARYNNA RAMEYZA (inna). Mereka berempat adalah queen of bullying. Membully murid yang lemah dan mereka biasa di sebut STARGIRLS. Sebutan mereka buat para murid sma GALAKSI. "Sekarang bapak akan mengambil nilai basket buat kalian semua dan bapak akan absen satu satu yah" Ucap pak adit. Dan mereka semua mengambil nilai basket enam orang sekaligus. Setelah selesai mereka kembali bermain bebas karna jam masuk masih lama. "Lo murid baru kan?" Tanya tere ke nayra. Nayra tak menjawab. "Murid baru jangan songong" Kesal windi. "Udah deh stargirls gak usah gangguin teman baru kita" Ucap stephani. "Gue cuman mau kenalan" Kata inna. "Sejak kapan seorang inna mau kenalan sama murid baru mau kenalan atau mau bully" Sinis jenni. "Lo diem" Bentak prisli. "Lo dan teman lo ini mending pergi jangan ganggu kita" Bentak vanya. "Gue gak mau kenapa? Mau apa lo?" Sinis inna. "Pergi" Ketus nayra. "Gue gak mau" Ucap inna. "Pergi" Bentak nayra. "songong banget lo ngebentak gue hah! Awas lo" Ucap inna kesal dan pergi meninggalkan nayra dkk. "Nay mending lo gak usah ber urusan dengan inna deh, soalnya dia itu pegulat wanita dan dia juga juara kedua internasional" Jelas vanya. "Iya sisil bilangin yah gak usah ber urusan deh dengan inna, dan murid yang lain takut sama inna itu karna inna pegulat jago beladiri juga dan dia disegani satu sekolah makanya dia di juluki queen of bullying" Jelas sisil. "Gue gak takut" Ucap nayra datar dan pergi meninggalkan teman temannya itu. Pelajaran olahraga telah selasai sekarang adalah pelajaran matematika. Pelajaran yang sangat membuat kepala ingin pecah dengan rumus rumus yang sangat menganggu sekali. Setelah pelajaran matematika selesai sekarang waktunya istirahat. Dan tampaklah jenni dkk dan reynand dkk sedang istirahat bersama tanpa nayra. Karna nayra tidak ingin kekantin dia katanya mau ke perpustakaan. "Hari sabtu kita ke bank" Kata reynand. "Ngapain ke bank?" Tanya vanya bingung. "Ada urusan dengan kepala bank" Ucap donerald. "Apa kita harus ikut?" Tanya stephani. "Iya kalian harus ikut kita pergi sama jendral" Ujar kenny. "Masalah apa kita harus ketemu kepala bank?" Tanya sisil. "Masalah urusan kepala bank ke amerika dan hilangnya uang bank saat kepala bank ke amerika karna bisnis antar bank dunia" Jelas bastian. "Oh oke" Ucap vanya. Sedangkan dilain tempat tampak di rak buku ada seorang gadis yang sangat serius sekali mencari buku yang akan ia baca itu nayra ia adalah nayra. "Yah di atas lagi" Ucapnya saat melihat buku yang dicarinya berada di rak paling atas. Dengan susah payah ia menggapai buku itu dengan menjijitkan kakinya namun nihil ia tak sampai karna badannya tak setinggi rak buku itu. Sedangkan dilain tempat nampak seorang pria sedang memperhatikan nayra dengan tertawa. Nayra menoleh ke sumber suara dan menggerutu kesal. "Orang kesusahan bukannya di bantu malah ketawa" Gerutunya kesal. "Kakak kalo mau ambil buku yang tinggi itu minta bantuan aja kenapa sih susah banget apa minta bantuan" Ucap pria itu dan mengambil buku yang nayra ingin ambil. "Nih" Ucap pria itu menyodorkan buku. "Makasih" Ketus nayra dan duduk di kursi perpustakaan dan meletakkan bukunya di atas meja. "Gak mau kenalan dulu?" Tawar pria tadi. "Gak" Ketus nayra. "Yaelah kak, kenalan dulu lah aku anak kelas sepuluh ipa3 pasti kakak kelas sebelas kan makanya aku manggil kakak, kata bunda biar lebih sopan sedikit dengan yang tua dari aku. Tapi kakak pendek yang masih tinggian aku loj" Ucapnya panjang lebar. Nayra memutar bola matanya malas. Cowok kok mulutnya kayak cewek malah curhat lagi, gue gak pendek cuman rak nya aja yang ketinggian batin nayra kesal. "Bodo amat" ketus nayra. "Nama aku erland zylwygnynd wirleyshy adiknya reynand zylygwyn wirlesyshy" Ucapnya memperkenalkan diri. "Nayra" "Nama panjang dong kak kayak aku tadi" "Donayra michellein" "Nah gitu dong, mulai sekarang kakak nayra jadi kakak aku karna aku gak punya kakak perempuan, akutuh pengen punya kakak perempuan mau yah" Ucapnya memohon dengan menyatukan tangannya di depan d**a dengan pupuy eyes nya. Ya allah gemes nya batin nayra. Nayra menghela napasnya panjang "Iya terserah" Ucap nayra. "Yesss akhirnya erland punya kakak cewek" Ucap erland girang membuat nayra tersenyum. "Loh kakak bisa senyum juga kirain erland muka kakak datar doang" "Bisalah gue manusia juga kali" Sinis nayra sambil memutar bola matanya malas. Kringg kringgg kringg. Bel masuk berbunyi memberhentikan aksi pembicaraan nayra dan erland. "Gue kekelas" Pamit nayra. "gak mau ngucapin gitu" Ucap erland kesal membuat nayra mengernyitkan keningnya bingung. "Masa gak peka sih ucapin gini 'selamat belajar erland semoga makin pintar' " Ucapnya menirukan suara nayra membuat nayra tertawa dan mengacak rambut erland gemas. "Selamat belajar adik baru gue semoga makin pintar jangan bandel" Ucap nayra dan mencubit gemas hidung mancung erland. "Bye kak nay" Ucap erland saat nayra berjalan jauh dan melambaikan tangannya ke arah nayra dan nayra tak membalasnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN