Don 3

955 Kata
Brumm brumm brumm Suara speedboat bersahutan dengan suara air yang terkena mesin speedboat. Tampak seorang pria sedang membawa speedboat dengan gaya santai nya. Ia menuju pulau intata pulau bagian utara indonesia yang tak berpenghuni itu. Kiri kanan hutan yang masih hujau air laut yang bewarna biru dengan derasnya air. Ia menuju ke pulau intata menjumpai seseorang atau lebih tepatnya rekan bisnis barang terlarang. Saat sudah sampai di pulau intata ia memberhentikan speedboat nya di dermaga kecil. Ia turun disambut oleh bodyguard berbadan kekar dengan senapan di tangan nya serta kacamata hitam bertengger di hidungnya pakaian serba hitam. Pria itu membawa koper. Ia berjalan sangat santai dan saat sudah di depan bodyguard ia diberhentikan dengan bodyguard menodong senapan ke arahnya. "Mencari siapa anda?" tanya salah satu bodyguard. "Tuan Vladislav," jawabnya dengan nada sesantai mungkin. Bodyguard itu manggut ngerti dan membawa pria itu bersamanya untuk bertemu tuannya itu. Dan sampailah di sebuah rumah kecil yang banyak bodyguard nya itu. Ia masuk dan duduk di bangku yang telah disediakan. "Don akhirnya kau datang juga," sambutan hangat seorang pria yang datang dari arah kamar. "Bukankah janji harus ditepati?" Ya memang pria itu adalah Don. "Really, kau membawa uang yang ku pinta?" Vladislav duduk di hadapan Don. "Ada di dalam koper ini." Don melemparkan koper ke arah Vladislav. "Santai don, senang bertemu denganmu!" "Sepertinya saya juga senang bertemu denganmu!" "Akan ku bawa ini," ucap Vladislav dengan menenteng koper yang Don bawa. Ia berdiri dan memberi intruksi kepada bodyguard nya dengan kedipan mata. Dan langsung semua bodyguard nya menodongkan senjata ke arah Don. Don kaget karna p*********n tiba tiba. "Shitt!!" umpatnya kesal sambil berdiri dari duduknya. Brumm brumm Sedangkan Vladislav sudah melarikan diri dengan speedboat miliknya sendiri dan tinggallah Don bersama ke dua belas Bodyguard Vladislav. Dan terjadilah perkelahian antara satu pria dengan dua belas bodyguard. Dengan lihai Don bertarung bersama kedua belas bodyguard itu. Beberapa tembakan ia dapat menghindar. Sudah lima bodyguard terkapar dan masih ada tujuh bodyguard lagi. Don menendang, meninju, memukul, serta memelintir tangan bodyguard tersebut. Tak ada rasa takut saat melawan kedua belas bodyguard berbadan kekar itu. Kedua belas bodyguard terkapar lemas di lantai sedangkan Don menyeringai melihat hasil karyanya itu. Ia mengambil pistol yang ia bawa berisikan peluru yang beracun apabila terkena peluru itu maka dalam waktu 5 detik tidak akan bernyawa lagi. "Mencoba menjebakku Vladislav, tikusmu ini akan lenyap!" gumam Don sambil menangkat pistolnya bersiap untuk menembak. Dorr dorr dorr dorr Dua belas tembakan sesuai dengan kedua belas bodyguard itu. Dan kedua belas bodyguard itu mati. Setelah selesai Don kembali keluar dari rumah kecil itu menuju speedboat nya kembali. Sebelum itu ia sudah meletakkan bom di setiap penjuru pulau intata jauh jauh hari dia sudah menyiapkannya tanpa sepengetahuan bodyguard Vladislav. Ia menjalankan speedboatnya. Saat sudah jauh dari pulau. Ia mengambil benda pipih kecil seperti remot tetapi mempunyai satu tombol saja. Ia menekan tombolnya. "Bom!" lirihnya saat menekan tombol remot kecil itu. Duarrrr Pulau itu hancur akibat ledakan Don. Biarpun jauh suara ledakan itu terdengar sangat menarik di telinga Don. "Bersenang senang lah Vladislav," gumamnya dan melajukan speedboatnya menuju pulang. ¤¤¤¤ 05.00 Seorang gadis masih bergelut dengan selimutnya hingga suara jam beker membangunkan tidur cantiknya dengan malas ia meraih jam beker itu dan mematikannya. Ia merubah posisi yang berbaring menjadi duduk. "Hari pertama sekolah," ucapnya kepada dirinya sendiri. Setelah selesai sholat ia memakai seragam sekolah barunya itu. Karna sebelum sholat ia sudah mandi terlebih dahulu. Hari ini hari pertama ia sekolah ia tak ingin terlambat.  Seragam sekolah ☝ "Selamat pagi semua!!" teriak Nayra saat turun dari tangga dan melihat semua pembantu nya sudah ada di meja makan. "Pagi non Nayra," balas mereka kompak. "Hari pertama sekolah nih," sindir bi Ica saat melihat seragam Nayra rapi. "Iya dong bi Ica, hari pertama sekolah di sekolah baru harus datang awal," bangga nya sambil mengoleskan rotinya dengan selai coklat. "Eyke bilang ke you kalo eyke akan ke perusahaan you, you tau perusahaan you ada masalah sedikit!" ujar ajudan Nayra kepada Nayra dengan gaya bencongnya. "Masalah sedikit lo kelarin sendiri bisa kan?" pinta Nayra. "Tenang masalah itu gampang," seru nya sambil melahap nasi gorengnya itu. "Yaudah Nay berangkat dulu, ayo pak agung" Pamitnya kepada para pembantunya itu dan menyalimi tangan pembantunya. Oh yah semua pembantu Nayra nggak ada yang pakaian kayak pembantu selayaknya yah karna pembantu Nayra memakai pakaian kayak majikan gitu. Pakaian branded jadi nggak terlihat pembantu lebih tepatnya penghuni rumah. Kecuali pak Agung sang sopir sama pak gusti sang satpam yang memakai seragam. *Back to topik "Pak nanti nayra gak usah di jemput yah," pintanya kepada pak Agung. "Loh kenapa non Nayra, terus nanti pulangnya gimana?" heran pak Agung sambil melirik Nayra di kaca spion depan. "Nayra pengen naik angkot aja pulangnya." "Angkot mah panas non, lagi pun pasti desak desakan." "Gapapa kali pak sesekali aja naik angkot udah lama juga gak ngerasain desak desakan." "Kalo nanti saya di tanya bi Ros gimana?" "Bilang aja Nayra nanti pulang sama teman barunya." "Tapi non." "Kalo bapak takut nanti saya nggak mau comblangin bapak ke bi Ros loh," ancam Nayra. Ya memang pak Agung menyukai bi Ros sejak lama punya tak berani mengungkapkan perasaannya karna bi Ros terkenal garang. Semua pembantu Nayra belum pada kawin termasuk satpam dan ajudan Nayra karna memang usianya masih muda. Masih dua puluhan ke atas lah. "Jangan gitu dong non retak nanti hati bapak." "Yaudah turutin aja kemauan saya." "Baik non." Setelah meminta izin kepada pak Agung. Nayra sangat senang. Karna ia tak mau ada orang bertanya tentang kehidupannya termasuk kembarannya itu. Karna ia akan sekolah bersama kembarannya. Ia sengaja datang lebih awal agar penghuni sekolah tidak melihatnya. Ia sangat malas kalo menjadi pusat perhatian sekolah. Biarpun nanti bakalan jadi pusat perhatian karna ia murid baru di sekolah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN