21. Mengasingkan Diri

1062 Kata

"Hai, Jun! Kamu mau ke mana?" Aaron berlari mengejarku. Aku tersenyum miring melihatnya seolah penasaran. Tak menghiraukannya, aku terus berjalan ke tempat yang sangat penting. Tubuhku terhuyung ketika Aaron tiba-tiba merangkulku.  "Sial*n! Jangan kasar-kasar, Aaron!" Rasanya aku ingin sekali melemparnya dengan sepatu yang kupakai. Tanpa merasa bersalah, dia hanya tersenyum tanpa beban di hadapanku. "Santai saja, Jun! Jangan jadi pemarah seperti itu. Nanti cepat tua!" Aaron tertawa terbahak-bahak setelah mengucapkannya. Sebenarnya ada apa dengan anak itu? Apa dia tidak pernah marah? "Ck! Kalau aku jadi cepat tua, kamu orang pertama yang akan aku kejar." Ya ... aku tidak pernah bisa benar-benar marah dengan Aaron. Bagaimanapun dia temanku satu-satunya saat di sini. Dan mungkin hingga na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN