46. Pecundang

1574 Kata

"Sial!" Saat kami keluar, pasukan Xatano telah mengepung kami di segala sisi. Sekilas aku melihat ke arah orang-orang di belakangku, mereka terlihat begitu ketakutan. Tak heran, mereka memang orang-orang non-skill yang tidak pernah bertarung. Bahkan Sheryn pun menarik ujung bajuku. Sepertinya gadis itu juga mengalami hal yang sama. "Lihat siapa yang ada di sana? George." Seorang laki-laki berjalan menuju ke arah kami. Para pasukan menyingkir, memberi jalan untuknya. Seorang laki-laki berwajah bengis dan berperawakan tinggi berjalan dengan pongahnya. Seakan dunia ada dalam genggamannya. Kulirik George tak mengeluarkan ekspresi sedikit pun. Wajahnya datar, tidak menyiratkan ketakutan ataupun kecemasan. Siapa lelaki itu? Dilihat dari wajahnya, dia terlihat lebih muda dari pada George.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN