Aku berhenti dari pelarianku. Hatiku terus bimbang dengan apa yang harus kulakukan kini. Tapi, jika aku berbalik dan ikut perempuran, akankah aku bisa menang melawan mereka? Sedang kemampuanku ini belum bisa diandalkan. "JUNA!" Aku tersadar oleh suara teriakan seorang gadis. Siapa lagi kalau bukan Sheryn. Ternyata dia sudah berada jauh di depan sana. "SEDANG APA KAMU DI SANA? CEPAT! SEBELUM MEREKA MENEMUKAN KITA!" Sejenak aku kembali berpikir, namun kakiku berlari ke arah Sheryn sebelum otakku bisa memutuskan. "Cepatlah! Kita harus melarikan diri dari sini!" Di depan kami, para non-skill telah berlari semakin menjauh. Aku terus mengekor Sheryn di belakangnya. Ternyata aku belum cukup berani untuk menjadi pahlawan. "PRANG ...!" Sejenak aku dapat melihat ada sesuatu yang pecah di atas s

