Aku merasakan tubuhku yang seolah terbakar. Namun untuk membuka mata rasanya sangat berat. Aku juga mencium suatu bau yang seperti kabel terbakar. Tapi, aku masih sangat lemah untuk kembali berpikir. Hawa semakin panas dan aku tak bisa terus bersantai lagi. Ini benar-benar seperti membakar tubuhku. Ada apa ini? Apa kini Xatano membawaku ke kawah gunung berapi atau semacamnya? Kali ini aku tak boleh terpancing. Aku akan tetap menutup mataku dan tak ingin membuka mata. Biarlah jika harus mati, aku akan mati dengan mata tertutup. Terlalu sakit jika aku harus membuka mata. "Jun! Juna!" Terasa ada tamparan yang mengenai pipiku. Dan suara itu, aku sangat mengenalinya. Tapi, tak mungkin. Ini pasti lagi-lagi pengacauan pikiran yang dilakukan oleh Xatano. "Juna! Buka matamu!" Itu bukan Aaron. B

