Aku semakin takut ketika api itu terus menyambar sekeliling. Aaron memunculkan sebuah golem berukuran besar. Golem itu lantas menginjak api yang terus merembet hingga padam. Namun, sayangnya api itu tidak hanya membakar satu bagian. Golem besar itu pun terus bergerak untuk memadamkan api yang telah menjalar ke mana-mana. Aku menggeleng, merutuki diriku yang hanya bisa menyaksikan semua ini. Bukankah tadi aku yang menimbulkan bencana ini, kenapa malah orang lain yang harus repot mengatasinya? "Juna ... apa memang kamu itu hanya seorang pecundang yang tidak bisa menyelesaikan masalahmu sendiri?" gumamku. Terlihat Aaron maupun Sheryn berusaha mengeluarkan kemampuannya. Aaron terus membuat golem itu bergerak sedang Sheryn healing di belakangnya. "Juna ...!" Seseorang menyentuh bahuku. A

